Suatu hal yang jelas sekali dilakukan para sahabat dalam mendidik anak-anak mereka adalah mengajarkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Selain itu ada beberapa hal lagi yang dilakukan para sahabat :

1. Mengajarkan anak-anak mereka dengan cara praktik. Islam adalah agama sehari-hari sehingga untuk melaksanakannya tidak bisa tidak, harus dilakukan dengan mempraktikannya.

2. Para Sahabat Nabi tidak pernah mengenal ruangan kelas khusus, mereka melakukan pengajaran dimana saja : di rumah, di masjid, di padang gembala, di pasar.

3. Mengajarkan keindahan terutama melalui ayat-ayat Al-Qur’an. Anak yang diajar mengenali keindahan akan halus perasaan dan santun sikapnya.

4. Para sahabat tidak pernah mematok anak-anaknya untuk menjadi seseorang dengan profesi tertentu. Mereka hanya menanamkan agar anak-anaknya bertakwa, selebihnya diserahkan kepada anak-anak mereka sendiri. Para sahabat tahu bahwa setiap orang dikaruniai berbagai kelebihan dan juga punya berbagai kekurangan. Maka anak-anak mereka pun bebas memilih menjadi apa mereka bila telah dewasa nanati : ulama, prajurit, pedagang, petani, tukang.

5. Sangat menekankan agar anak-anak memiliki akhlak yang baik. Akhlak yang baik menurut Islam itu bukan hanya ramah dan lembut, tetapi juga perlu keras dan tegas, terutama saat bahaya datang mengancam.

6. Para Sahabat Nai Saw memberi kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk berkembang.

7. Para Sahabat Nabi Saw tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga kegiatan fisik dan olah raga.

Mari kita contoh 🙂