10255214_710975038945845_5322507277839930650_nPara ibu memang seringkali khawatir anaknya kelaparan. Dengan kesibukan bereksplorasi, perhatian anak pada makanan berkurang. Namun, selalu ada cara untuk menghadapi anak susah makan. Para ibu tidak perlu frustasi dan jangan sampai menunjukkan kepanikan di depan anak ketika ia tidak mau makan. Sebab, anak akan semakin menolak makan.

Kebiasaan makan anak sangat bervariasi. Sekali waktu ia tak mau mengonsumsi makanan yang disediakan dengan teratur, di saat lain ia bisa makan banyak sekali. Anak juga lebih suka pada makanan tertentu karena terbiasa memakannya. Jadi, Anda bisa kesulitan ketika memperkenalkan makanan baru. Makanan yang rasanya tidak biasa atau belum pernah dimakannya juga cenderung ditolak anak. Berbagai hal bisa memengaruhi kebutuhan makan anak, misalnya dorongan untuk tumbuh. Jadi, bukannya aktivitas makan anak tidak baik, ia punya mekanisme rasa lapar dan rasa kenyang yang sehat. Harapan orang tua tertentu anaknya menghabiskan makanannya dan meluncurlah pujian bila ia lahap menyantap makanannya, “wah, anak Bunda bisa menghabiskan makanannya.” (sebaiknya hindari terlalu sering menggunakan kata “hebat” karena anak mudah menjadi sedih dan merasa dirinya tidak berguna ketika orang lain tidak memujinya sebagai anak yang “hebat”) Kalau ia tak mau menghabiskan, tak perlu memaksa. Jika memaksa berarti Anda menggangu ritme makannya.

Ya, anak memang perlu didorong untuk makan sesuai jadwal dan kebiasaan makan sehat. Namun, kapan dan berapa banyak anak makan pada akhirnya tergantung pada kebutuhan fisiknya. Ia mungkin makan banyak hari ini, tetapi tak ingin makan apa-apa di hari berikutnya. Daripada terpaku pada kenyataan bahwa anak menolak semua yang Anda letakkan dihadapannya hari ini, pertimbangkan asupan makannya selama seminggu.

Pertimbangkan asupan cairan berupa susu atau jus. Kedua nutrient yang penting (meskipun kebanyakan jus juga berarti kebanyakan gula). Anda perlu mencermati saat memberi anak susu atau jus karena terlalu banyak cairan dapat mengurangi nafsu makannya. Sebaiknya berikan minuman setelah atau di antara waktu makan. Pastikan Anda tidak memberinya junk food. Multivitamin harian bisa juga diberikan sebagai asupan vitamin dan mineral anak yang dibutuhkan, bukan sebagai pengganti makanan. Jika si 2 tahun tetap menolak makan atau minum sepanjang hari, sebaiknya segera hubungi dokter anak.

(Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si.)