Baby-sleeping-in-sunnah-wayIslam merupakan agama yang sempurna. Segala aktivitas manusia mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali memiliki tuntunan. Allah Swt telah menciptakan siang untuk bekerja dan malam untuk beristirahat sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya. Hal ini tercantum dalam firman Allah sebagai berikut:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum [30]:23)

“Dia-lah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.” (QS Al-Furqan [25]: 47)

Tidur merupakan aktivitas yang bertujuan mengembalikan vitalitas tubuh, mengistirahatkan tubuh, dan memerbaharui sel-sel yang rusak. Inilah salah satu hikmah penciptaan siang dan malam. Allah ciptakan siang bagi manusia untuk bertebaran di muka bumi guna menebar kebaikan, dan Allah ciptakan malam untuk berkontemplasi dan rehat sejenak.
Aktivitas tidur begitu personal, sebab berbeda pada tiap individu. Tidur seseorang dipengaruhi oleh usia, pekerjaan, serta temperamen. Yang cukup mencengangkan adalah fakta bahwa ternyata orang yang beraktivitas dengan otak memerlukan tidur yang lebih banyak dari orang yang beraktivitas dengan fisik.

Tidur memengaruhi metabolisme tubuh dan merangsang daya asimilasi. Maka tak heran jika para ahli kesehatan mengatakan bahwa tidur terlalu lama tidak sehat. Hal itu karena tubuh kita menyerap atau mengasimilasi kembali limbah dan udara kotor, sehingga ketika terjaga badan justru lesu. Para ahli menyarankan untuk mengisi di antara aktivitas-aktivitas dengan istirahat dalam durasi yang lebih pendek.

Contoh terbaik dari metode ini ialah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah SAW tidur tidak terlalu malam, lalu bangun beberapa saat setelah lewat tengah malam untuk melakukan salat tahajud, kemudian esok hari ketika menjelang tengah hari beliau tidur sejenak.

Mengoptimalkan tidur sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Hadis ternyata banyak mengandung manfaat. Tidur memiliki peranan penting dalam memelihara keseimbangan tubuh manusia, termasuk mengatur proses pengeluaran racun dalam tubuh atau yang sering disebut sebagai detoksifikasi.

Adab Islami sebelum tidur yang seharusnya tidak ditinggalkan oleh seorang muslim adalah mengikuti sunnah Rasulullah Saw sebagaimana termaktub di dalam sabdanya sebagai berikut.

“Al-Bara’ bin ‘Azib meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudulah seperti wudu untuk salat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu. Kemudian bacalah doa: “Ya Allah, pada-Mu aku berserah diri, aku titipkan seluruh urusanku pada-Mu, aku mohon perlindungan pada-Mu, sebagai bentuk pengharapan dan ketundukan pada-Mu, tiada tempat berlindung dan keselamatan kecuali ada pada-Mu; Ya Allah, aku beriman atas kitab yang telah Engkau turunkan, aku percaya pada nabi-Mu yang telah Engkau utus.” Jika engkau meninggal pada malam itu niscaya engkau telah berada dalam keadaan fitrah. Jadikanlah semua doa tersebut sebagai kata terakhir dalam hidupmu. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis tersebut di atas, terdapat beberapa sunnah yang diajarkan Rasulullah Saw seperti dijelaskan dalam uraian berikut.

1. Tidurlah dalam keadaan berwudu

2. Tidur berbaring pada sisi kanan

3. Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan surat An-Nas

4. Membaca ayat kursi sebelum tidur

5. Membaca doa sebelum tidur “Bismika allahumma amutu wa ahya”.

6. Sebisa mungkin membiasakan tidur di awal malam.

Demikian Islam mengatur segala sesuatu dengan sempurna. Semua diciptakan demi kemaslahatan manusia itu sendiri, bukan untuk memberatkan. Mengkaji ilmu pengetahuan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman, dapat membuat manusia berpikir akan kebesaran Allah Swt sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada-Nya sebagaimana firman-Nya berikut ini :

“(Al-Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Mahaesa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS. Ibrahim, [14]:52)

Sumber :
Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an dan Hadis
(  KEMUKJIZATAN PSIKOTERAPI ISLAM | Jilid 4 )