11295748_701645316629036_3745124075850275541_n

Ilmuwan NASA telah menemukan adanya belahan pada bulan yang panjangnya mencapai ratusan kilometer. Mereka juga menemukan adanya sejumlah belahan lain pada permukaan bulan. Hingga saat ini, para ilmuwan belum mengetahui penyebab timbulnya belahan-belahan itu. Sebagian mereka berpendapat, bahwa belahan-belahan tersebut merupakan pancaran mata air yang mengalir. Ini baru sebatas teori belaka.
Dengan demikian, merupakan suatu keharusan bagi setiap peneliti untuk menyertakan fakta-fakta ilmiah konkret dalam hasil penelitian atau artikel yang dibuat. Ini merupakan hal yang sangat mudah dilakukan oleh peneliti. Oleh karena itu, hingga saat ini para ilmuwan NASA tidak pernah berbicara tentang terbelahnya bulan. Cerita seseorang yang mendengar langsung dari para astronot luar angkasa bahwa terdapat temuan terbelahnya bulan, itu pun tidak diberikan pernyataan yang jelas.

Namun, kita sebagai Mukmin meyakini, bahwa bulan itu pernah terbelah. Kaum musyrikin yang menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri mengatakan bahwa ini adalah sihir. Padahal, saat mereka bertanya kepada rombongan kafilah dagang yang baru saja tiba dari Syam, rombongan itu mengatakan, bahwa mereka telah menyaksikan bulan terbelah. Meskipun demikian, mereka tetap mengatakan, bahwa Muhammad telah menyihir semua orang, dan sihir itu tidak hanya tersebar di Jazirah Arab saja, namun hingga ke negeri Syam. Maka Allah Swt berfirman sebagai berikut:

“Saat itu (Hari Kiamat) telah dekat, dan bulan telah terbelah. Jika (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, ‘(Ini adalah) sihir yang terus menerus,’” (QS Al-Qamar [54]: 1-2).

Sebagai seorang Mukmin, kita tidak merasa perlu keterangan ilmuwan NASA atau yang lainnya untuk meyakini fenomena ini, karena segala macam sumber pengetahuan adalah Al-Qur’an dan hadis yang sahih. Namun, kita perlu menunjukkan fakta agar non-Muslim dapat menerimanya. Ada sebuah isyarat ilmiah yang mungkin dapat diterima oleh sebagian dari mereka. Tentu saja ini baru berupa isyarat, bukan fakta ilmiah.

Ilmuwan NASA telah menemukan adanya belahan pada bulan yang panjangnya mencapai ratusan kilometer. Mereka juga menemukan adanya sejumlah belahan lain pada permukaan bulan. Hingga saat ini, para ilmuwan itu belum mengetahui apa penyebab dari timbulnya belahan-belahan itu. Sebagian mereka berpendapat bahwa belahan-belahan itu merupakan akibat pancaran mata air yang mengalir. Ini baru sebatas teori belaka. Ada sejumlah besar belahan-belahan di atas permukaan bulan, sebagian dari belahan-belahan itu menyerupai guratan pada daging.

Kita seakan-akan sedang berada di permukaan daging yang diiris hingga terbelah lalu merekat lagi. Komentar yang selalu disampaikan ilmuwan NASA mengenai hal ini adalah rilles are still a topic of research. Artinya bahwa belahan-belahan ini masih tetap dalam penelitian. Kenyataannya, belahan-belahan ini membingungkan para peneliti hingga kini. Dan mereka belum mendapatkan penjelasan sama sekali. Semua teori yang dilontarkan tidak sesuai dengan kenyataan bentuk yang ditemukan. Karena bentuknya sangat jelas terlihat dan seakan-akan ada tukang daging yang mengiris permukaan bulan hingga sobek! Inilah yang terlihat di permukaan bulan.
10313455_701645476629020_326444074648550308_n
Dalam perjalanannya ke ruang angkasa yang dilakukan oleh ilmuwan NASA Amerika Serikat, mereka menemukan sejumlah besar gambar bentuk
fenomena belahan bulan atau rilles. Sampai sekarang, adanya bentuk ini membingungkan para peneliti di dunia yang belum dapat menemukan penjelasan yang baik secara logis dan ilmiah.

Banyak pula gambar yang menjelaskan adanya jejak-jejak menyerupai irisan daging. Para peneliti merasa kebingungan terhadap belahan-belahan ini. Sebagian mereka berpendapat bahwa ada mata air panas yang mengalir semenjak jutaan tahun silam sebagaimana yang terjadi di bumi. Akan tetapi, hipotesis ini segera terpatahkan, karena mata air yang ada di bumi ternyata tidak serupa bentuknya dengan ‘mata air’ di bulan. Sebab, tidak ada indikasi pernah terjadi gempa atau longsor, sebagaimana munculnya mata air di bumi. Belahan-belahan ini bagian ujungnya runcing seakan pernah diiris menggunakan benda tajam.

Para ilmuwan telah mengatakan, bahwa semua argumen dan teori yang ada, gagal menjelaskan fenomena belahan-belahan ini dan juga bagaimana terbentuknya. Sebagian dari mereka meyakini bahwa‘ guratan-guratan’ itu terbentuk oleh mata air yang memancar dari belahan belahan bulan. Akan tetapi, ada perbedaan yang cukup nyata di antara mata air di permukaan bumi dengan guratan yang tampak nyata ada di permukaan bulan. Bentuknya halus seakan ditoreh dengan benda yang tajam.

Dan, pancaran mata air pada permukaan bumi biasanya berbentuk suatu lubang yang menyerupai lubang kepundan gunung berapi. Berbeda sekali dengan yang terjadi di bulan. Terusan-terusan atau belahan-belahan ini sangat panjang. Bentuknya tetap terlihat bahkan dari jarak yang cukup jauh. Fenomena yang seperti ini sama sekali tidak akan pernah terjadi di bumi.

Dengan demikian, dapat kita ambil kesimpulan dari pembahasan ini adalah, bahwa ada terdapat suatu mukjizat yang tidak mungkin dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Itulah mukjizat yang khusus diberikan Allah kepada para Nabinya. Misalnya, mukjizat Nabi Musa a.s. untuk mengubah tongkat menjadi ular. Atau, mukjizat Nabi Isa a.s. yang dapat menghidupkan orang mati. Contoh lain misalnya, mukjizat dari Nabi Sulaiman a.s. menghadirkan singgasana kerajaan Saba yang hanya dalam waktu sepersekian detik. Mukjizat ini tidak mungkin bisa dijelaskan secara ilmiah. Ini adalah ujian keimanan bagi seorang Mukmin.

Kita sebagai Mukmin bersaksi, bahwa mukjizat ini benar adanya, sebagaimana juga yang dikatakan Nabi Ibrahim a.s. berikut ini:

“Ibrahim berkata, ‘Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakan semua itu, dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu,’”(QS Al-Anbiya [21]: 56).

Padahal, Ibrahim tidak pernah menyaksikan penciptaan langit dan bumi, kecuali karena akal dan pikiran mengatakan bahwa Allah adalah yang menciptakan dan mewujudkan alam ini.

Bagaimana pun bentuk dari belahan-belahan ini, serta faktor yang menyebabkannya, merupakan kebenaran yang tidak kita ragukan lagi. Ini adalah bukti nyata atas terjadinya belahan di permukaan bulan. Cukuplah Al-Qur’an yang memberi isyarat sebagai berikut:

“Saat itu (Hari Kiamat) telah dekat, dan bulan telah terbelah,” (QS Al-Qamar [54]: 1).

Pada suatu hari nanti ilmu pengetahuan pasti akan menyingkap kenyataan, agar mukjizat ini menjadi saksi atas kebenaran Islam.

Sumber :
– Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an dan Hadis –
( Jilid 9-Kemukjizatan Alam Semesta)